Borong 2 Piala, Hanya Sisakan Satu Tempat di Lomba Esai

 

 

             Hari Minggu pagi, seharusnya siswa-siswi CHIS menikmati libur sehari. Tetapi, tiga orang siswa dan satu siswi bangun pagi-pagi, dan berangkat "bertempur" pukul tujuh pagi.

            "Lagi mau ke SPMC, nih. Doain, ya," ujar Mr. Surya selaku pembina, sambil tersenyum optimis. Semangat beliau membimbing murid-murid terpancar dari wajahnya.

            SPMC (SMANSA Pure Mathematics Competition) III di tahun 2017 ini jatuh pada tanggal 23 Juli 2017. Lomba ini diadakan oleh siswa-siswi tim matematika SMAN 1. Lagi-lagi, siswa-siswi CHIS berhasil mengharumkan nama sekolahnya.

            SPMC yang pesertanya berasal dari seluruh penjuru Bali ini dibagi menjadi 2 lomba, yaitu olimpiade matematika dan esai matematika. Olimpiade matematika diwakili oleh Steve Aditya Gandha (VIII A) dan Alwin Theodoric (IX A). Sedangkan lomba esai matematika diwakili oleh David Christopher (IX Inklusi) dan Yvette Cecilia Farakh Lestari (VIII A).

 

              Setelah 2 jam bertempur dengan soal olimpiade matematika, Steve meraih peringkat 15 se-Bali, yang berarti lolos sampai babak final. Sementara Alwin hanya mencapai peringkat 18. Walaupun begitu, pencapaian 20 besar se-Bali tidaklah mudah.

         Berbeda dengan olimpiade matematika, para pejuang lomba esai matematika CHIS sudah harus mulai menyiapkan senjata semenjak liburan. Begitu para nama finalis disebutkan, David dan Yvette ternyata sama-sama lolos ke babak final, yang berarti mereka harus melakukan presentasi. Persiapan "senjata" mereka membuahkan hasil, karena bisa memenangi "perang" dengan Yvette meraih juara 1 dan David meraih juara 2. Tim matematika CHIS hanya menyisakan satu tempat, juara 3, untuk sekolah lain.

            Prestasi tim olimpiade matematika yang diiming-imingi dreamteam ini tentunya melebihi harapan Sang Pembina, Mr. I Wayan Suryana, S. Si. "Yup, kita borong hari ini, juara 1 dan juara 2," ujarnya singkat. Namun, ekspresi wajah beliau yang berseri-seri tentunya tidak dapat menyembunyikan kesenangannya.

      Tanggapan dari siswa-siswi juga bermacam-macam. Alwin yang merupakan senior dan ketua OSIS ini merasa soal-soal SPMC cukup menantang. "Tapi dapet pengalaman bagus, my math knowledge had already increased." Sementara itu, Yvette juga menambahkan tanggapannya dengan senyum bangganya. “Saya tidak menyangka saya dapat lolo ke babak final, apalagi meraih juara 1.”

 

            David, yang juga mewakili Yvette, merasa bangga akan prestasi yang diraihnya. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mr. Surya yang telah membina saya, dan teman-teman yang mendukung saya," katanya. David memberi pesan kepada seluruh siswa-siswi CHIS agar selalu siap bertempur, pantang menyerah, dan menjadi yang terbaik demi mengharumkan nama sekolah.

            Mr. Surya selaku Pembina, juga tidak menyangka bahwa SPK SMP CHIS dapat menang karena ini merupakan kali pertama dalam mengikuti ajang SPMC III dan lomba esai matematika. “Kita bagaikan kuda hitam yang pertamanya tidak diperhitungkan dan tidak dikenal yang berhasil membuktikan bahwa CHIS bisa.” Tak lupa, Mr. Surya juga berpesan kepada seluruh siswa Sekolah CHIS. “Tidak menutup kemungkinan dapat meraih prestasi seperti mereka, asalkan kalian rajin belajar, disiplin, pantang menyerah, dan jangan lupa untuk berdoa,” tutupnya. Semoga untuk ke depannya, tim matematika CHIS bisa terus mengharumkan nama sekolah CHIS.

 

 

Please reload

Posting Terbaru

October 16, 2018

Please reload

Archive

Please reload

Tags

Please reload

SEKOLAH CHIS

Jl. Griya Anyar, Pemogan, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80221, Indonesia

(0361) 723630

Follow

  • Black YouTube Icon