Separuh Jalan Melawan Dingin, Mencari Ilmu, dan Kawan: Kabar dari Empat Siswi SMA CHIS yang Melakukan Pertukaran Pelajar ke Plymouth, Inggris

April 25, 2018

      Pernahkah kalian membayangkan, bagaimana keadaan di belahan dunia lain? Panas atau dingin? Bagaimana caranya bertahan dengan suhu serendah atau setinggi itu? Apakah di sana orang-orangnya ramah?

 

      Pertanyaan-pertanyaan pasti bisa dijawab dengan lengkap oleh keempat siswi kelas sebelas SMA CHIS yang saat ini sedang berada di Plymouth, Inggris untuk melakukan pertukaran pelajar melalui City College. City College rutin melaksanakan sosialisasi pertukaran pelajar ke Sekolah CHIS, mengingat Sekolah CHIS adalah sekolah tiga bahasa, dan siswa-siswinya tidak akan kesulitan dengan masalah komunikasi. 

 

      Tahun ini, City College berangkatkan 36 siswa-siswi dari Indonesia untuk pertukaran pelajar ke negara Inggris. Empat pelajar dari 36 orang tersebut adalah murid-murid SMA CHIS. Mereka adalah Corina Salim, Vasty Clarissa, Devi Agustin, dan Leony Angelica. Mereka diberangkatkan tanggal 18 Januari 2018 didampingi oleh Ms. Dessy dan Mr. Hery, lalu sampai pada tanggal 19 Januari 2018 di Heathrow, Inggris. Sebelum mereka berangkat, mereka diberi persiapan dengan tes mental dan brieving mengenai keadaan di sana.

 

      "Pas pertama kali nyampe, sih, dingin ya hahaha," ungkap Corina. "Tapi lama-lama terbiasa."

Bukan hanya cuaca yang harus mereka khawatirkan, melainkan juga sekolah baru beserta teman-teman dan guru-gurunya. Tetapi, sejak kecil mereka sudah dilatih Bahasa Inggris dari Sekolah CHIS, sehingga komunikasi bukanlah hal yang sulit. Tetapi, sistem belajar-mengajar di Plymouth ternyata berbeda jauh dengan sistem belajar-mengajar di Indonesia. 

 

      "Cara belajarnya pake teknologi banget jadi lebih sering pake kayak interactive screen daripada papan and semua ngajarnya pake power point," kata Corina. "Untuk pelajaran tertentu aku lebih ngerti dijelasin di sini dibandingkan di Bali. Sama ada pelajaran namanya academic skills itu itu berguna banget. Kita belajar tentang plagiarism and cara buat referencing sama paraphrasing- hal-hal penting gitu."

 

      Salah satu hal unik bersekolah di Plymouth adalah tidak ada jadwal tetap, dan tidak ada kelas tetap. Mereka harus berpindah-pindah kelas setelah selesai pada kelas sebelumnya. Selain itu, jam masuk kelas dan pulangnya juga tidak tetap. Terkadang mereka masuk pagi, kadang agak siangan, dan terkadang mereka pulang pukul sebelas atau pukul dua belas lebih. 

 

      Program student exchange ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi. Mereka akan mendapatkan pengalaman baru, teman baru, suasana baru, dan yang paling penting adalah belajar mandiri. "Ya yang serunya sih gitu, dapet temen baru," kata Devi. "Disini itu, apa-apa sendiri. Apalagi di sini nggak ada orang tua, finansial juga harus ngatur sendiri. Beda lah ya, harga barang di sini sama di Indonesia," ujar Devi. Harga barang di Inggris bisa berkali-kali lipat harga di Indonesia. 

 

      Proses adaptasi mereka di Plymouth adalah kesulitan yang paling besar. Menurut Leony, kendala yang ia rasakan adalah saat ia kangen masakan Bali. Pelajaran yang ia dapat di sana juga beda dengan yang di Bali, karena banyaknya tugas.

 

      Bulan Maret merupakan bulan penentuan bagi mereka berempat, apakah akan memutuskan untuk tetap belajar di Plymouth atau di Bali. Karena jika murid tersebut terbilang pandai, maka mereka akan meraih beasiswa dari Plymouth, sehingga kemungkinan besar mereka akan menetap di sana. Bulan Maret juga akan menandakan mereka sudah setengah jalan berjuang belajar di negeri yang waktunya sudah terpaut jauh dengan Indonesia. Sebagian hati mereka mungkin ingin pulang bertemu kawan lama, atau sudah menyerah melawan dingin. Tetapi sebagian hati mereka ingin tetap di Plymouth, untuk bersama kawan dan rumah baru. Mungkin ini adalah secuil kabar mereka, di tengah-tengah dingin dan sibuknya kota Plymouth, Inggris. Mudah-mudahan untuk ke depannya, makin banyak lagi pejuang yang berangkat dari SMA CHIS untuk mencoba melawan dingin dan mencari ilmu juga kawan.

Please reload

Posting Terbaru

October 16, 2018

Please reload

Archive

Please reload

Tags

Please reload

SEKOLAH CHIS

Jl. Griya Anyar, Pemogan, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80221, Indonesia

(0361) 723630

Follow

  • Black YouTube Icon